Dilan merupakan judul novel karangan Pidi Baiq. Ia menjadi menjadi sosok idola kaum hawa di lingkup kampusku akhir-akhir ini. Menurut mereka, Dilan memiliki karakter menarik dalam memperlakukan perempuan idamannya (Itu kata mereka hahaha). Hal itu mungkin yang membuat mereka terkagum-kagum dengan sosoknya.
Saya sedikit penasaran dengan buku itu. Seperti apa sebenarnya tokoh yang sering disebut-sebut oleh teman-teman. Saya pun ikut membaca buku itu. Hingga akhirnya saya pun turut mengenalnya. Penasaran?
Dilan memang sosok tokoh dengan perilaku unik. Dialog-dialognya mampu membuat pembaca tersenyum bahkan tertawa saat membacanya. Sungguh, Pidi Baiq sangat pandai meramu kisah. Suguhan ceritanya menarik. Saya sering kali dibuat tertawa ketika membacanya.
Dilan minta kertas, lalu kukasih. Di kertas itu dia nulis:
Informasi:
Daftar orang-orang yang ingin jadi pacarmu:
1. Nandan (Kelas 2 Biologi)
2. Pak Aslan (Guru Olahraga)
3. Tobri (Kelas 3 Sosial)
4. Acil (Kelas 2 Fisika)
5. Dilan (Manusia)
Aku senyum membacanya.
Kemudian kulihat dia mencoret semua nama di daftar itu, kecuali nama dirinya.
“Kenapa?” kutanya, maksudnya kenapa semua nama dicoret kecuali nama dirinya?
“Semua akan gagal,” dia bilang begitu sambil berbisik.
“Kecuali kamu?”
“Iya,” katanya. “Doain.”
Ada hal menarik yang tergambar dalam kisah itu. Buku itu menyajikan cerita bahwa seorang laki-laki sebenarnya tak perlu ketampanan ataupun kekayaan. Ia hanya perlu memiliki sebuah karakter. Jangan latah dalam berkisap. Cukup menjadi dirimu sendiri.
*Ari Maryadi
Saya sedikit penasaran dengan buku itu. Seperti apa sebenarnya tokoh yang sering disebut-sebut oleh teman-teman. Saya pun ikut membaca buku itu. Hingga akhirnya saya pun turut mengenalnya. Penasaran?
Dilan memang sosok tokoh dengan perilaku unik. Dialog-dialognya mampu membuat pembaca tersenyum bahkan tertawa saat membacanya. Sungguh, Pidi Baiq sangat pandai meramu kisah. Suguhan ceritanya menarik. Saya sering kali dibuat tertawa ketika membacanya.
![]() |
| (Int.) |
Kisah asmara Dilan bermula ketika ada siswi baru masuk ke sekolahnya. Ia bernama Milea Adnan Husain. Beruntung bagi Milea, kepindahannya membuat ia bertemu dan mengenal Dilan.
“Milea, kamu cantik. Tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau nanti sore. Tunggu aja," katanya.
Dilan memiliki cara unik nan menarik dalam mendekati Sang Milea. Cara yang cukup sederhana. Dilan mampu membuat perempuan itu merasa nyaman berada di dekatnya. Hingga akhirnya Milea turut menyukai Dilan.
Dilan minta kertas, lalu kukasih. Di kertas itu dia nulis:
Informasi:
Daftar orang-orang yang ingin jadi pacarmu:
1. Nandan (Kelas 2 Biologi)
2. Pak Aslan (Guru Olahraga)
3. Tobri (Kelas 3 Sosial)
4. Acil (Kelas 2 Fisika)
5. Dilan (Manusia)
Aku senyum membacanya.
Kemudian kulihat dia mencoret semua nama di daftar itu, kecuali nama dirinya.
“Kenapa?” kutanya, maksudnya kenapa semua nama dicoret kecuali nama dirinya?
“Semua akan gagal,” dia bilang begitu sambil berbisik.
“Kecuali kamu?”
“Iya,” katanya. “Doain.”
Ada hal menarik yang tergambar dalam kisah itu. Buku itu menyajikan cerita bahwa seorang laki-laki sebenarnya tak perlu ketampanan ataupun kekayaan. Ia hanya perlu memiliki sebuah karakter. Jangan latah dalam berkisap. Cukup menjadi dirimu sendiri.
*Ari Maryadi

dilaaaaaaaan ><
BalasHapus