Rabu, 04 Februari 2015

Sekadar Menyampaikan Pendapat

"Fungsi hakiki bahasa yaitu untuk mengembangkan akal budi dan memelihara kerja sama," Sudaryanto, pakar linguistik. (Harian Kompas: 23 November 2014)

Seorang pakar linguistik, Sudaryanto, mengemukakan, hiruk-pikuk kehidupan tidak pernah lepas dari peran bahasa. Melalui bahasa, kadangkala terjadi kesalapahaman yang berujung perselisihabn bahkan pertikaian. Orang semesti ingat bahwa fungsi hakiki bahasa yaitu untuk mengembangkan akal budi, dan memelihara kerja sama.

Akhir-akhir ini, saya mencoba menyampaikan pendapat dalam "keluarga". Baik itu berupa masukan ataupun kritikan. Negeri ini menganut paham demokrasi. Saya beranggapan, "keluarga" ini pun begitu. 

Saya hanya ingin menyampaikan pendapat. Kiranya "keluarga" ini dapat berjalan dengan "baik". Meskipun sebenarnya, tafsiran "baik" belum saya pahami sepenuhnya. Absurd.

Rupanya, hal itu malah menimbulkan masalah. Beberapa orang menganggap saya sebagai pendendam. Saya dianggap tak pernah ikhlas menolong orang, memiliki dendam pada seseorang. Salahkah tindakan saya selama ini?
(Om Google)
"Fungsi hakiki bahasa yaitu untuk mengembangkan akal budi dan memelihara kerja sama".

Tak dapat dipungkiri, saya berperilaku "nakal" selama ini. Orang lebih tua yang semestinya kami hormati. Sebab mereka yang lebih dulu merasakan asam garam di "keluarga".

Apa yang saya lakukan merupakan usikan dari keresahan yang saya alami. Niat saya kiranya sesuatu yang melenceng dapat berjalan dengan "baik" kembali. Sebagaimana kata mantan Presiden SBY, "Kritik itu laksana obat. Ketika obat itu benar, sesuai jenis penyakit, dan dosisnya tepat, itu membuat sehat.”

Saya pun menyadari, selama ini saya pun memiliki kesalahan-kesalahan yang tak sedikit. Saya sibuk mengoreksi orang. Ah mungkin ke depan saya mengoreksi diri sendiri saja.

*Ari Maryadi
Share:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar