Kamis, 22 Januari 2015

Kera Sakti, Mengingatkan Kisah Kanak-kanak

Seperti biasa di setiap malam, saya menjalani aktivitas keseharian. Duduk di depan komputer mengetik berita. Tiba-tiba saya melihat sebuah postingan di beranda facebook, postingan Kera Sakti.

Ya, Kera Sakti. Itu merupakan film yang ditayangkan tahun 2000-an di Indonesia. Kala itu saya masih kecil, duduk di bangku sekolah dasar. Kera Sakti merupakan tontonan pada masa kecil. Film itu mengingatkan kembali perihal kisah-kisah saat kecil.

Saya biasa menonton kera sakti sampai lupa waktu. Saking serunya, saya kerap kali membantah perintah mama demi tak melewatkan adegan pertarungan Sun Go Kong dengan musuh-musuhnya. Gara-gara itu, mama pun sering memukul saya bila tak mengindahkan pintanya.
Sun Go Kong.
(Int.)
Adegan Sun Go Kong kerap kali membuat saya ingin seperti itu. Memperagakan jurus-jurusnya, berkelahi sepertinya. Tayangannya membuat saya berimajinasi.

Sangat menyenangkan jadi anak-anak. Setiap hari menghabiskan waktu untuk bermain. Main kelereng, tingko-tingko (Baca: petak umput), bersepeda. Ingin rasanya kembali pada masa kecil.

Anak-anak pantas berkejaran, bermain, dan bertembang. Masa kanak-kanak adalah surga yang hanya sekali datang..." (Ahmad Tohari, Ronggeng Dukuh Paruk)

Masa kanak-kanak telah berlalu. Waktu terus berputar dan tak bisa terulang kembali. Penggalan video Kera Sakti di youtube setidaknya mampu mengikatkan kenangan tentang masa kanak-kanak. Kini usia sudah menginjak 19 tahun. Dan dunia sudah berbeda.

"Kenapa kita harus dewasa kalau akhirnya dunia sudah tak sama lagi." (Cinta Cendolo Na Tapa)

Ari Maryadi
Share:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar