Selasa, 09 Desember 2014

Hujan, Oh Hujan

Gemercik air terus terdengar dari atas genteng. Tiupan angin berhembus mengenai kulit. Dedaunan pohon nampak basah. Tak ada sinar mentari yang menyinari. Pagi itu, hujan kembali mengguyur kota kami.
Udin baru saja bangun dari tidurnya. Seperti biasa ia hendak menjalani rutinitas keseharian, kuliah. Sayangnya, hujan pagi itu memberi banyak masalah. Sepatu basah, pakaian basah, bahkan hujan deras yang tak kunjung reda nampaknya bakal membuatnya tak bisa pergi ke kampus.

(teknologi.news.viva.co.id)
"Wah, sepatu basah, pakaian belum kering. Mungkin aku tak perlu ke kampus," gumamnya dalam hati.

Ia kembali ke tempat tidurnya. Mengenakan sarungnya kembali. Berbaring. Memejamkan mata. Ia tidur kembali.

*Ari Maryadi
Share:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar