Riuh tepukan tangan bergema di seisi ruangan. Ratusan orang berbalut pakaian hitam berpadu hijau. Mereka duduk berbaris nan rapi. Sesaat kemudian, naik bergantian ketika terdengar panggilan nama melalui pengeras suara.
Saya berada di barisan terpisah. Dua orang setengah baya tampak tersenyum sumringah di sampingku. Pandangannya tertuju ke depan. Wajahnya memancarkan kebahagiaan. Mereka adalah bapak dan mamaku.
Hari itu merupakan Hari Wisuda bagi anak pertamanya yang jadi kakak bagi saya. Kedua orang tuaku datang jauh-jauh dari kampung, Selayar, demi melihat anaknya memakai toga. Kakakku sebagai anak pertama di keluarga telah merengkuh gelar sarjana.
Hari itu saya menyempatkan untuk bisa berkumpul dengan keluarga. Hal yang amat sulit diperoleh akhir-akhir ini. Terlebih hari itu adalah hari yang istimewah bagi kakakku. Saya memutuskan untuk mencuri waktu dari rutinias selama ini.
"Bagaimana kuliahmu nak?" tanya bapak.
"Mmm. Alhamdulillah baik pak," saya menjawab baik agar tidak mengecewakannya.
"Kuliahko baik-baik nak."
Saya simpan pesannya dalam kepala. Bapak dan mama tak lagi muda. Rambut mereka telah beruban. Saya memiliki sebuah impian. Semoga impian itu tergapai dan bisa membuat mereka bangga kelak.
*Ari Maryadi
Saya berada di barisan terpisah. Dua orang setengah baya tampak tersenyum sumringah di sampingku. Pandangannya tertuju ke depan. Wajahnya memancarkan kebahagiaan. Mereka adalah bapak dan mamaku.
Hari itu merupakan Hari Wisuda bagi anak pertamanya yang jadi kakak bagi saya. Kedua orang tuaku datang jauh-jauh dari kampung, Selayar, demi melihat anaknya memakai toga. Kakakku sebagai anak pertama di keluarga telah merengkuh gelar sarjana.
![]() |
| (Google) |
"Bagaimana kuliahmu nak?" tanya bapak.
"Mmm. Alhamdulillah baik pak," saya menjawab baik agar tidak mengecewakannya.
"Kuliahko baik-baik nak."
Saya simpan pesannya dalam kepala. Bapak dan mama tak lagi muda. Rambut mereka telah beruban. Saya memiliki sebuah impian. Semoga impian itu tergapai dan bisa membuat mereka bangga kelak.
*Ari Maryadi
