Perahu penyeberangan Mallengkeri-Pallangga Gowa cukup digemari oleh beberapa kalangan masyarakat belakangan ini. Jarak yang bisa ditempuh dalam hitungam menit dan lebih cepat dibanding jalur darat jadi nilai lebih. Apalagi Kemacetan dapat terhindarkan. Tarifnya pun tergolong murah. Penumpang hanya perlu merogoh kocek Rp. 2 rupiah.
Warga penyedia jasa ini bisa menafkahi keluarga dengan adanya perahu ini. Tiap harinya, ratusan berdatangan. Rp.2 ribu dikalikan ratusan orang tentunya bukan jumlah yang sedikit.
Sayangnya perahu itu mengalami nasib sial. Malam (22/2) sekitar pukul 20:00 Wita kapal itu dikabarlan terbalik. (Baca: BREAKING NEWS: Perahu Terbalik di Sungai Jeneberang, Tribun Timur). Seluruh penumpang tenggelam. Hingga kini baru 2 yang berhasil ditemukan. Keduanya dalam keadaan tak bernyawa.
Warga penyedia jasa ini bisa menafkahi keluarga dengan adanya perahu ini. Tiap harinya, ratusan berdatangan. Rp.2 ribu dikalikan ratusan orang tentunya bukan jumlah yang sedikit.
Sayangnya perahu itu mengalami nasib sial. Malam (22/2) sekitar pukul 20:00 Wita kapal itu dikabarlan terbalik. (Baca: BREAKING NEWS: Perahu Terbalik di Sungai Jeneberang, Tribun Timur). Seluruh penumpang tenggelam. Hingga kini baru 2 yang berhasil ditemukan. Keduanya dalam keadaan tak bernyawa.
![]() |
| Ilustrasi. (dari om Google) |
Siang tadi saya masih menyempatkan menumpangi kapal itu. Kecemasan sempat melintas dalam pikiran. Barangkali ombak besar saat itu bakal menenggelamkan saya dan penumpang lain. Namun, Tuhan rupanya masih menakdirkan saya untuk tetap hidup. Saya berhasil menyeberanh dalam keadaan selamat.
Ari Maryadi
Ari Maryadi
