| Hiduplah Indonesia Raya. Pengibaran Sang Merah Putih saat Upaca Proklamasi di Auditorium Ammanagappa |
Fajar baru saja
menampakkan dirinya dari langit timur. Sinar matahari itu memancar ke penjuru halaman Auditorium Ammanagappa pagi itu. Orang-orang dengan setelan jas hitam,
almamater jingga, batik biru, sebagian lagi mengenakan seragam pramuka mulai berdatangan dan perlahan memadati lapangan.
Upacara pengingatan
Proklamasi Kemerdekaan ke-69 Republik Indonesia akan segera dimulai. Suara protokol mengawali dan membuka
upacara. Terdengar deretan langkah
kaki, barisan pramuka membawa Sang Merah Putih terlihat dari kejauhan dan mulai memasuki lapangan.
Sang Merah Putih dikibarkan
secara perlahan.
Lagu ‘Indonesia Raya’ mengiringi
hingga Sang Merah Putih sampai di
ujung tiang tertinggi. Berkibar. ‘Kain’
simbol jati diri Tanah Air itu telah berkibar. Hiduplah
Indonesia Raya.
Selepas pengibaran, Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Arismunandar,
selaku pembina upacara menyampaikan sambutannya. Ia mengawali sambutannya
dengan menyampaikan pidato seragam Gubernur Sulawesi Selatan. “Saya mengajak
seluruh lapisan masyarakat serta seluruh sivitas akademika untuk bersama-sama mewujudkan
Sulawesi Selatan sebagai pilar utama pembangunan nasional dan simpul jejaring
akselerasi kesejahteraan tahun 2018,” serunya kepada peserta upacara.
Rektor dua periode ini mengimbau kepada para peserta upacara untuk
membangkitkan semangat kemerdekaan mereka. “Semoga kita
dapat menjaga semangat kemerdekaan dengan menjaga stabilitas politik dan sosial
sebagai modal dasar terakselerasinya pembangunan untuk peningkatan
kesejahteraan rakyat,” harapnya.
Di akhir sambutannya, ia memberi apresiasi dan
penghargaan pada seluruh sivitas akademika yang telah meluangkan waktunya untuk
mengikuti upacara peringatan Proklamasi Indonesia. “Saya menyampaikan
penghargaan yang setinggi-tingginya kepada sivitas akademika yang telah
meluangkan waktu untuk hadir di upacara peringatan proklamasi ini,” katanya.
Sebagai penutup upacara, mahasiswa, dosen, serta
karyawan yang berpestasi diumumkan
sebagai bentuk apresiasi dari pihak universitas. Penghargaan “tanda jasa”
berupa piagam serta hadiah
diberikan kepada mereka. Penghargaan ini diharapkan bisa memberi rasa kebahagiaan pada mereka di hari
kelahiran tanah air itu. Penyerahan hadiah diserahkan langsung oleh Rektor UNM
didampingi oleh para pembantu rektornya. Hiduplah Indonesia Raya.
*Ari Maryadi